• Tampak Depan Perpustakaan

    Tampak dari depan perpustakaan yang berada di lantai dua

  • Komputer Untuk Siswa

    Meja komputer untuk siswa untuk mengakses informasi

  • Ruang baca dan Ruang Referensi

    Ruang baca bagi siswa dan ruang koleksi referensi dan ruang audio visual serta jerman corner

Tampilkan postingan dengan label download novel Leila S. Chudori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label download novel Leila S. Chudori. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Sebelum Matahari Mengetuk Pagi

Download novel gratis
Cerita versi pdf
Penulis Leila S.Chudori

“Halimah, ibu pulang besok. Lusa, ajak Rozali ke sini…”
Halimah terperangah. “Bapak mau apa?”

“Bapak mau main catur sama dia. Kamu masak apa saja yang enak. Atur dengan ibu.”

Halimah terdiam. Dia memandang ayahnya. Masih bertanya.
Satimin menghela nafas.

“Tadi Bapak menghadiri pernikahan mas Tara dan mbak Vena. Ramai. Ramai sekali. Bapak menyalami mereka. Dan Bapak bisa melihat mata mas Tara….”

“Kenapa mata mas Tara?”

“Matanya….seperti kehilangan cahaya”

Satimin menggeleng,

‘Bapak tidak mau melihat matamu seperti itu di hari perkawinanmu. Yang namanya pengantin, harus bercahaya…..”
ATAU

Kamis, 08 Desember 2011

Mencari Seikat Seruni

Download novel gratis
Novel versi pdf
Penulis: Leila S. Chudori


“Jadi....Kumala....”

“Kemala....” aku memperbaiki.

“Apa yang kalian kenakan waktu menikah?” ibu mertua bertanya dengan nada yang sangat sopan, menekan rasa jengkel karena tak bisa hadir.

“Kebaya putih, bu....”

“Cara apa? Sunda? Jawa?”

Aku terdiam, “cara....Indonesia.”

Aku berani bersumpah, kulihat ada sekelumit senyum yang tersembunyi di pojok bibir ayah mertuaku yang gembil. Nampaknya dia merasa isterinya terlalu rewel dengan hal yang remeh temeh.

“Lalu kondemu....kau bungkus dengan bunga apa? Bunga melati?” tanya ibu Suwandi yang sudah kehilangan senyum.

“Bunga seruni, ibu...”

“Seruni? Kenapa seruni?”

Hening.

“Memangnya susah mencari bunga melati di Belanda, Bram?”

Aku tahu, Bram tak mungkin membohong.

“Bukan susah, Bu. Aku memang menyukai bunga seruni.”

“Tapi bunga...”

Ikuti cerita seluruhnya karya Leila S. Chudori disini...

ATAU