• Tampak Depan Perpustakaan

    Tampak dari depan perpustakaan yang berada di lantai dua

  • Komputer Untuk Siswa

    Meja komputer untuk siswa untuk mengakses informasi

  • Ruang baca dan Ruang Referensi

    Ruang baca bagi siswa dan ruang koleksi referensi dan ruang audio visual serta jerman corner

Tampilkan postingan dengan label Budaya-budaya Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya-budaya Aceh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

Novel Koala Kumal Raditya Dika Dalam Bentuk Ebook

Ebook Novel Koala Kumal
Novel ini banyak yang mereview bahwa ini cerita fiktif.Novel karangan Raditya Dika ini yang diberi Judul Koala kumal,seperti novel-novel sebelumnya yang selalu menggunakan nama hewan. Novel ini menceritakan: Selain main perang-perangan, gue, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.


Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran. Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata, ‘Rasanya kayak di Miami, ya?’ ‘Iya,’ jawab gue. ‘Iya,’ jawab Dodo. Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami. Koala Kumal adalah buku komedi yang menceritakan pengalaman Raditya Dika dari mulai jurit malam SMP yang berakhir dengan kekacauan sampai bertemu perempuan yang mahir bermain tombak.

Seluruh cerita di dalamnya berasal dari kisah nyata kata Raditya Dika,namun berbeda dengan review dari pembaca novel.
Download 

Minggu, 04 Maret 2012

Hunger Games Catching Fire Bahasa Indonesia-Ebook Novel

Catching Fire–Suzanne Collins
BAGIAN I
"PERCIKAN”
BAB SATU
Aku menangkup termos dengan kedua tanganku meskipun kehangatan dari teh yang sudah mendingin
larut ke dalam udara yang beku. Otot-ototku kaku karena kedinginan. Kalau sekawanan anjing liar
muncul dihadapanku saat ini, kecil kemungkinan bagiku untuk sempat memanjat pohon sebelum
mereka menyerangku. Aku harus bangkit, bergerak, melonggarkan persendianku yang kaku. Tapi aku
malahan duduk tak bergerak sama diamnya seperti batu besar yang kududuki, sementara cahaya fajar
mulai menyinari hutan. Aku tak bisa melawan matahari. Aku hanya bisa memandanginya tanpa daya
ketika matahari menyeretku memasuki hari yang kutakuti selama berbulan-bulan.
Pada tengah hari nanti mereka akan tiba di rumah baruku di Desa Pemenang. Para reporter, kru kamera,
bahkan Effie Trinket, mantan pendampingku, akan datang ke Distrik 12 jauh-jauh dari Capitol. Aku
penasaran apakah Effie masih mengenakan wig merah jambunya yang konyol.
Ada yang lain yang menunggu kami juga. Ada petugas yang akan melayani kebutuhanku dalam
perjalanan di kereta. Tim persiapan yang akan mempercantik diriku. Penata gaya dan sahabatku, Cinna,
yang merancang pakaian menakjubkan yang membuat para penonton memperhatikanku untuk pertamakalinya dalam Hunger Games.


Kalau aku bisa mengambil keputusan, aku akan berusaha melupakan Hunger Games sepenuhnya.
Berpura-pura bahwa semua ini hanyalah mimpi buruk. Tapi Tur Kemenangan membuatnya tak mungkin.
Tur sengaja ditempatkan di antara Hunger Games tahunan, itulah cara Capitol menjaga agar kengerian
Hunger Games selalu terasa segar dan tak pernah jauh. Para penduduk di distrik tak hanya harus
mengingat tangan besi kekuasaan Capitol setiap tahunnya, tapi mereka juga dipaksa untuk
merayakannya. Dan tahun ini, akulah salah satu bintang acaranya. Aku harus melakukan perjalanan dari
distrik ke distrik, berdiri di depan massa yang bersorak namun dalam hati membenciku habis-habisan.
Dan memandangi wajah-wajah keluarga yang anak-anaknya telah kubunuh...

Mau cerita lengkapnya silahkan:Download disni